Dinamika Politik Kuansing Menuju 2029

Oleh: Hendri Chaniago.
Sabtu: 12:09:2026.

Kabut asap pekat yang menyelimuti udara tak sedikit pun mengurungi niat para pecinta kopi untuk berkumpul dan menganalisis peta politik Kuansing 2029. Sambil menyeruput kopi hitam yang mulai dingin, konfigurasi perolehan kursi dan peta kekuatan partai sudah tergambar jelas di atas meja kayu.

Analisisnya sederhana. Tapi tajam.

Lihat saja Gerindra. Pada Pileg 2024 lalu, mereka terbang tinggi. Sembilan kursi diamankan. Rekor!

Tapi tunggu dulu. Semua orang tahu, itu karena Suhardiman Amby effect. Magnet figurnya luar biasa saat memegang kendali eksekutif.

Nah, masalahnya, akankah sihir itu bertahan sampai 2029? Kalau figur sentralnya bergeser atau mesin partainya lupa dirawat, suara Gerindra sangat rawan melorot. Hukum alam politik: yang cepat naik, kalau tidak hati-hati, cepat juga turunnya.

Sama halnya dengan rekor Golkar. Dulu, pada Pileg 2014, Golkar pernah berada di puncak kejayaan. Sembilan kursi juga. Musim lalu memang melandai jadi lima kursi. Tapi jangan sepelekan beringin tua ini. Pengaruh Sukarmis masih menancap dalam di akar rumput.

Jaringannya riil. Tradisi pemenangannya sudah mendarah daging. Begitu mereka selesai konsolidasi ulang, Golkar sangat siap merebut kembali takhtanya.

Lalu bagaimana dengan Demokrat? Ini yang menarik. Peluang emas sedang terbuka lebar. Masuknya Plt Bupati Mukhlisin membawa angin segar. Posisinya strategis. Jaringannya komplet: dari KUD Langgeng, warga Jawa Kuansing, sampai anak-anak PSHT.

Jika modal sosial ini dirajut rapi lewat kerja-kerja eksekutif yang dirasakan rakyat, kursi Demokrat diprediksi bakal melompat naik dari lima kursi yang ada sekarang.

Terakhir, ada cerita pilu yang ingin diubah oleh PPP. Pileg 2024 lalu adalah mimpi buruk. Nol kursi. Habis tak berbekas. Dari empat kursi langsung terjun bebas. Pahit sekali. Tapi justru dari rasa pahit itulah keberanian baru muncul.

Pemilih tradisional dan kiai-kiai loyalnya masih ada. Kalau mereka belajar serius dari kekalahan kemarin—serta tak salah lagi menempatkan caleg di dapil—PPP sangat mungkin bangkit dari titik nol.

Politik Kuansing memang seperti itu. Selalu dinamis. Penuh kejutan. Meski pandangan tertutup kabut, prediksi di atas meja ini terasa begitu jelas dan masuk akal. Tinggal kita lihat nanti: siapa yang benar-benar merawat akar, dan siapa yang cuma menumpang di atas angin. (***)


Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
WhatsApp