Oleh: Hendri Chaniago.
Rabu: 15/7/2025.
Enak ya. Rasa sukses itu memang manis. Apalagi kalau suksesnya didapat setelah berhasil menjegal kaki orang lain sampai tersungkur. Rasanya seperti minum kopi susu hangat di pagi hari yang dingin. Nikmat sekali.
Hari ini Anda mungkin sedang tersenyum lebar. Sangat lebar. Duduk di kursi empuk yang baru saja. Di sekeliling Anda, para pengikut setia bertepuk tangan. Bersulang. Merayakan kemenangan besar.
Pemerintahan yang sah itu akhirnya tumbang juga. Lewat apa. Lewat sebuah rencana yang rapi. Konspirasi yang cantik. Sedikit bisikan di sana, sedikit hembusan isu di sini. Atur strategi di ruang gelap. Dan, boom! Sasaran Anda jatuh, terjungkal ke tanah dalam penderitaan.
Anda merasa hebat, bukan. Merasa sebagai sutradara politik paling genius abad ini. Mesin politik Anda bekerja sempurna. Lawan tersungkur, Anda naik takhta.
Tapi, tunggu dulu. Jangan buru-buru memesan tumpeng raksasa.
Mari kita ngobrol santai sejenak. Ambil napas dalam-dalam. Tarik kursi warung kopi Anda sedikit lebih dekat.
Di dunia ini, ada satu hukum yang tidak pernah butuh ketukan palu hakim. Tidak butuh sidang MK. Tidak butuh tanda tangan presiden. Namanya kuno, tapi sakti luar biasa: hukum tabur tuai.
Orang bule menyebutnya karma. Orang Jawa bilang, ‘ngundhuh wohing pakarti’. Anda menanam benih mangga, ya tumbuh mangga. Anda menanam duri, jangan harap yang keluar bunga mawar.
Kekuasaan yang direbut dengan cara meludahi wajah orang lain itu punya masa kedaluwarsa. Dan biasanya, masa kedaluwarsanya sangat pendek.
Sekarang Anda sudah di atas. Selamat. Tapi coba rasakan sendiri. Mulai malam ini, tidur Anda tidak akan pernah bisa nyenyak lagi. Setiap kali ada suara pintu berderit, jantung Anda akan copot.
Setiap kali melihat orang terdekat berbisik-bisik di pojok ruangan, Anda akan langsung curiga. Jangan-jangan mereka sedang merencanakan sesuatu.
Itulah kutukan pertama bagi seorang konspirator: Anda akan selalu ketakutan oleh bayangan Anda sendiri. Anda tahu betul cara menjatuhkan orang dari belakang, maka Anda akan selalu paranoid bahwa punggung Anda sedang diincar oleh pisau orang lain.
Dan tebak apa. Dugaan Anda 100 persen benar. Hari ini Anda sukses membuat konspirasi jahat untuk menggulingkan orang. Besok atau lusa, jalan cerita yang sama persis akan ditulis untuk Anda.
Aktornya saja yang beda. Polanya sama. Kelakuannya sama. Rasa sakitnya pun akan sama. Dunia ini berputar, Kawan. Dan putarannya kadang-kadang terlalu cepat sampai membuat kepala pening.
Saat Anda sedang asyik tertawa di atas penderitaan orang yang Anda jatuhkan hari ini, sebenarnya di sudut ruangan lain, ada orang yang sedang belajar dari cara Anda.
Mereka sedang mencatat taktik Anda. Mereka sedang bersiap-siap untuk mempraktikkannya langsung kepada Anda di masa depan.
Jadi, silakan nikmati pesta kemenangan Anda hari ini. Puas-puaskan tertawa. Mumpung masih bisa.
Sebab besok, giliran Anda yang harus bersiap-siap untuk merasakan bagaimana rasanya dijatuhkan dengan cara yang serupa. Semuanya pasti adil. (***)





