
Oleh: Hendri Chaniago.
Ini baru paten. Kuansing memang tampil beda.
Tuan rumah MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau ini mengemas pawai ta’ruf dengan cara yang tidak biasa. Kalau di tempat lain pawai serupa di 12 kabupaten dan kota se-Riau umumnya menggunakan mobil hias, Kuansing memindahkan panggungnya ke atas air.
Para peserta pawai justru tampil menggunakan perahu hias, atau dikenal sebagai Perahu Baganduang.
Ide genius ini lahir langsung dari Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.
Tentu ada pesan kuat di balik terobosan ini. Kuansing selama ini memang sangat lekat dan dikenal luas dengan tradisi Pacu Jalurnya.
Melalui parade air ini, sang Bupati ingin menegaskan kembali identitas daerah dan kultural Kuansing yang tidak bisa dipisahkan dari urat nadi sungainya.
Tengok poto perahu hias yang sedang melintas di atas air tersebut merupakan perahu milik peserta dari Kabupaten Siak. Sebuah pemandangan yang menyatu dengan bentang alam setempat.
Perahu tradisional khas Kuansing yang digandeng dua atau tiga ini dihias sedemikian rupa dengan berbagai ornamen.
Ada kubah mini. Ada kain warna-warni adat yang berkibar ditiup angin. Layarnya yang biru berlogo megah terlihat kontras di atas aliran Sungai Kuantan. Di atas perahu, para peserta berpakaian adat berdiri mendampingi kafilah masing-masing.
Parade air ini menjadi ruang unjuk kreativitas yang luas bagi seluruh peserta. Masing-masing kabupaten dan kota menampilkan perahu hias dengan beragam bentuk tampilan yang unik. Desainnya bervariasi, menyesuaikan dengan karakteristik dan identitas visual daerah asal tiap-tiap kafilah.
Sungai Kuantan hari itu dipenuhi oleh deretan bentuk arsitektur mini dan simbol budaya daerah yang terapung secara bergantian.
Langkah Kuansing menggunakan Perahu Baganduang ini berhasil memberi warna baru bagi pelaksanaan MTQ. Nilai-nilai syiar keagamaan dapat berjalan selaras dan beriringan dengan pelestarian tradisi budaya lokal Riau.
Pelaksanaan kali ini jelas memberikan kesan yang mendalam dan menaikkan standar konsep bagi penyelenggaraan MTQ di tahun-tahun berikutnya. Kreativitas yang luar biasa dari Kuansing. (***)





