Waduh! Panggung Pejabat di MTQ Kuansing Bergoyang, EO-nya Siap-Siap “Dipanggil”

Oleh: Hendri Chaniago.

Aduh, event organizer (EO) zaman sekarang. Kadang kreatifnya kelewatan, tapi urusan keselamatan malah kebobolan.

Sabtu siang, 27 Juni 2026. Suasananya harusnya khidmat dan megah karena ini acara pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau. Lokasinya berada di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Para pejabat sudah rapi, memakai baju adat, wangi, dan senyum pun merekah. Di panggung utama, ada Bupati Kuansing, Suhardiman Amby. Ada juga tamu dari kementerian, kepala daerah se-Riau, sampai perwakilan dari Polda Riau. Semua sudah siap menonton pawai.

Tapi, baru juga mau mulai, tiba-tiba panggungnya goyang. Krek.

Lantai papan berlapis triplek itu ambles. Amblesnya tidak sekali, melainkan berkali-kali. Setiap ada yang melangkah, lantainya mendadak bergelombang. Ternyata, penyangga bagian bawahnya patah akibat kurang persiapan, atau mungkin karena bahannya terlalu ekonomis.

Bayangkan menjadi tamu undangan yang sudah memakai baju rapi dan duduk di panggung kehormatan, tapi jantung rasanya mau copot karena takut panggungnya ambruk berkeping-keping.

Tamu dari Polda Riau yang biasanya gagah pun akhirnya menyerah. Mereka memilih berdiri dan menggeser posisi untuk mencari aman. Daripada masuk berita karena panggung roboh, mereka merasa lebih baik berdiri sedikit.

Untung bupatinya responsif dan punya selera humor yang bagus untuk mencairkan suasana yang telanjur kaku bin tegang.

Begitu naik mimbar untuk memberi sambutan, Bupati Suhardiman Amby langsung minta maaf secara blak-blakan, tanpa memakai bahasa birokrasi yang berputar-putar.

“Mohon maaf jika pelayanan dan kondisi lokasi sedikit tidak nyaman. Panggungnya bergelombang seperti naik perahu,” ujarnya.

Gerrr. Tamu yang tadinya tegang jadi senyum-senyum.

Suhardiman melirik ke arah perwakilan polisi. “Anggap saja seperti naik perahu ya Pak Kapolda. Nanti kita akan panggil pihak EO-nya,” sambungnya.

Kalimat terakhir itu menjadi kode keras bahwa EO-nya harus siap-siap dipanggil setelah acara selesai. Tapi yang namanya politisi, panggung ambles pun tetap bisa menjadi panggung jualan program.

Di akhir sambutan, setelah urusan panggung kelar dibahas, Pak Bupati membuat pengumuman yang bikin dahi mengernyit lalu ketawa. Ini benar-benar di luar kebiasaan.

Katanya, tanggal 14 Agustus 2026 nanti, Kuansing mau membuat event. Bukan event ngaji, bukan juga event dayung perahu, melainkan pertemuan jodoh massal.

Targetnya seribu orang lebih dengan syarat semua peserta wajib memakai baju pink atau merah muda. Luar biasa Pak Bupati. Panggungnya boleh saja nyaris roboh bikin jantungan, tapi urusan hati rakyat yang jomblo tetap harus diselamatkan.

Jadi, buat Anda yang masih sendiri, tanggal 14 Agustus nanti jangan lupa memakai baju pink. Siapa tahu, jodoh Anda sedang menunggu di Kuansing.

Tapi ingat, sebelum naik panggung pelaminan, pastikan untuk mengecek dulu tiang penyangganya agar tidak sampai ambles lagi. (***)


Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
WhatsApp