Modal Rp10 Juta dan Nekatnya Abel Nugraha Membesarkan Mahkota Bakery

Oleh: Hendri Chaniago.
Sabtu: (4/7/2026)

Anak muda zaman sekarang kalau kumpul, obrolannya tidak jauh dari satu hal: kapan tes CPNS dibuka?.

Menjadi ASN seperti sebuah harga mati. Jalur aman. Idaman mertua. Tapi tidak bagi Abel Nugraha. Pemuda Benai ini punya isi kepala yang agak berbeda. Umurnya baru 31 tahun. Tapi dia memilih jalan sunyi yang bikin dahi orang tua berkerut: jualan roti.

Nama usahanya keren: Mahkota Bakery. Lokasinya di Kelurahan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi.

Abel menceritakan, pasar Kuansing ini besar. Orang sini suka makan roti, tapi seringnya harus beli jauh-jauh keluar. Dari sana, naluri bisnisnya terusik. Ditambah dorongan kuat dari keluarga, Abel nekat menceburkan diri.

Nekatnya tidak tanggung-tanggung. Modalnya cuma Rp10 juta.

Uang segitu, di zaman sekarang, tentu tidak cukup untuk beli mesin-mesin bakery yang mengkilat dan modern itu. Maka, mulailah Abel dengan cara purba. Semuanya manual. Otot ketemu tepung. Karyawannya cuma empat orang.

Cara jualannya juga belum pakai toko megah dengan lampu estetik. Abel dan tim kecilnya berjualan online seadanya, lalu lanjut door to door. Ketuk pintu ke pintu. Menawarkan roti dari rumah ke rumah. Menelan penolakan sudah jadi menu sarapan harian.

Tapi, nasib baik selalu punya cara sendiri untuk menemui orang yang gigih.

Garis tangan Mahkota Bakery berubah setelah mereka jatuh ke pelukan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesanan meledak. Mau tidak mau, Abel harus putar otak. Skala usaha harus naik kelas. Mesin-mesin modern mulai dibeli. Karyawan ditambah. Yang dulunya cuma berempat, sekarang sudah 14 orang.

Abel ini tipe bos yang tahu diri. Dia sadar usahanya di kampung, tapi kualitas tidak boleh kampungan. Maka, dia datangkan chef bersertifikat langsung dari Pekanbaru. Tujuannya satu, melatih anak-anak lokal Benai biar pintar bikin roti.

Hasilnya luar biasa. Sekarang Mahkota Bakery bisa bikin apa saja. Roti tawar ada, roti burger punya, roti unyil siap, sampai roti O yang wangi itu pun bisa diproduksi di Benai.

Harganya yang bikin geleng-geleng kepala karena sangat ramah dompet.

Bayangkan, pizza mini cuma Rp3.000. Roti isi keju, moca ceres, dan srikaya cuma Rp2.500. Kalau mau yang agak premium, ada Roti Fit O Butter seharga Rp4.000 atau versi Mozzarella yang mulur itu seharga Rp6.000.

Bagi para pemilik warung atau usaha burger, Abel menyediakan roti burger seharga Rp2.000 per biji. Roti tawar isi 14 potong cuma Rp14.000 satu pak. Murah luar biasa.

Hebatnya lagi, Abel tidak kaya sendirian. Prinsipnya, kalau perutnya kenyang, perut karyawannya juga harus kenyang. Di Mahkota Bakery, sistem gajinya per minggu sesuai orderan yang masuk.

Rata-rata, satu karyawan bisa membawa pulang Rp1 juta lebih per minggu. Untuk ukuran Benai, itu angka yang sangat menghidupkan dapur.

Kalau dulu Abel ikut-ikutan antre kartu ujian CPNS, mungkin hari ini tidak akan ada 14 orang warga Benai yang punya penghasilan saban minggu. Tidak akan ada bau harum roti yang menyeruak tiap pagi di sana.

Hidup memang pilihan. Dan Abel sudah memilih jalannya: menjadi raja kecil di kerajaan rotinya sendiri, sambil merangkul tetangga-tetangganya untuk tumbuh bersama. (***)


Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
WhatsApp