Sentilan Seratus Tahun

Oleh: Hendri Chaniago.
Minggu : 20:09:2926.

PRABOWO datang. Kiai Hasan lega.

Bisa dibayangkan betapa beratnya beban itu. Kalau Presiden sampai batal hadir di Ponorogo, muka pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor mau ditaruh di mana.

Maka, begitu Prabowo Subianto benar-benar duduk di panggung Resepsi Kesyukuran 1 Abad Gontor, Kiai Hasan Abdullah Sahal langsung melepaskan jurus lamanya: kelakar segar khas pesantren. “Jika Pak Prabowo tidak datang hari ini, saya bingung harus menaruh muka di mana,” ujar Kiai Hasan.

Lalu, seerrr… umpan itu dilempar.

“Pada akhirnya saya harus ‘cari muka’. Lagipula, sekarang memang sedang banyak orang yang cari muka.”

Gerrr!

Lelucon itu meledak. Tepuk tangan riuh. Prabowo tertawa. Para hadirin ikut gerr-gerran. Sederhana. Tapi nembak.

Itulah kiai Gontor. Bicara tidak pakai teks. Tidak pakai bahasa yang tinggi-tinggi. Tapi sekali ceplos, rasanya seperti disengat lebah santun. Lucu, tapi menusuk.

Sebab Kiai Hasan tahu betul. Di zaman sekarang, “cari muka” sudah jadi olahraga nasional. Ada yang cari muka ke atasan. Ada yang cari muka ke rakyat menjelang pemilu. Ada juga yang cari muka di media sosial demi konten.

Di depan Presiden, Kiai Hasan menyentil fenomena itu dengan sangat elegan. Tanpa orasi berapi-api. Tanpa urat leher tegang. Cukup dengan satu seloroh, pesan itu langsung menancap ke jantung.

Gontor sudah berusia satu abad. Seratus tahun. Itu bukan waktu yang pendek. Sejak era kolonial sampai era digital, pesantren ini berdiri tegak. Resepnya cuma satu: keikhlasan.

Di Gontor, santri diajari hidup sederhana. Diajari berdiri di atas kaki sendiri. Dan yang paling penting, diajari untuk tidak gemar “cari muka”. Kalau bekerja, ya bekerja saja. Tulus.

Siang itu, Ponorogo jadi saksi. Betapa indahnya jika pimpinan negara dan kiai bertemu dalam suasana cair. Tidak ada jarak kaku. Yang ada hanya kehangatan, tawa, dan sebuah cermin besar untuk kita semua.

Cermin tegas untuk menatap diri sendiri: apakah hari ini kita sudah berbuat tulus, atau cuma sedang sibuk cari muka. (***)


Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
WhatsApp