Sepatu Berdebu Rekening Tersenyum: Langkah Cerdas Hery Yusman Tangkap Peluang MBG

Oleh: Hendri Chaniago.
Sabtu: 01:08:2026.

Pisang Hery Yusman itu kini punya tugas negara. Tiap hari, 2.146 buah. Tidak boleh kurang. Tidak boleh terlambat.

Begitu matahari terbit di Kuantan Singingi, ribuan pisang itu harus sudah siap. Harus mendarat mulus di dapur SPPG Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik.

Untuk perut anak-anak sekolah. Program Makan Bergizi Gratis—orang Kuansing menyebutnya MBG.

Cerita ini makin sedap karena pemilik kebunnya. Dia Hery Yusman. Jabatan resminya lumayan mentereng: Sekretaris Dinas Perizinan Kabupaten Kuansing. Seorang ASN.

Biasanya, pejabat perizinan itu sibuk urus stempel, tanda tangan, dan tumpukan berkas di meja AC. Tapi Hery beda. Matanya jeli melihat peluang yang terlewatkan orang lain.

Ada MBG, berarti ada ribuan mulut yang butuh makan tiap hari. Dan anak-anak itu butuh buah. Hery tak cuma membayangkan. Dia melangkah. Di Beringin, Teluk Kuantan, lahan kosong belakang rumahnya ia sulap. Ditanami pisang.

Tidak tanggung-tanggung: ribuan batang. Jenisnya ramai, bak isi ragam pasar kaget. Ada pisang batu, pisang barangan, pisang cavendish, sampai pisang raja.

Beberapa orang mungkin sempat heran melihat Pak Sekretaris malah belepotan tanah jadi petani. Tapi Hery cuma tersenyum. Sambil pegang cangkul, dia sudah tahu hitung-hitungan di atas kertas.

Mari kita hitung kasar saja di meja warung kopi. Sambil sruput kopi hitam.

Satu dapur MBG butuh 2.146 buah pisang sehari. Sebutlah satu kilo isi 8 buah. Berarti dapur itu butuh sekitar 268 kilogram pisang sehari. Harganya dihargai Rp 8 ribu -Rp 10 ribu per kilo. Coba kalikan: 268 kilo dikali Rp 10 ribu. Jatuhnya Rp 2,68 juta sehari.

Sehari. Bukan seminggu.

Kalau dapur itu jalan 20 hari saja dalam sebulan, omset dari pisang itu sudah menembus Rp 64 juta. Kalau 22 hari, tembus Rp 70 juta lebih. Gaji ASN tetap mengalir, tapi omset pisang jelas bikin kantong makin tebal.

Inilah daya tarik yang program MBG jika dieksekusi dengan jeli. MBG bukan cuma soal bagi-bagi piring makanan di sekolah. MBG itu pasar raksasa dengan kepastian beli seratus persen. Petani tidak perlu pusing lagi bingung mau jual panen ke mana. Penadahnya jelas: dapur sekolah.

Hery Yusman sudah membuktikannya. Sepatunya boleh berdebu tanah kebun, tapi rekeningnya tersenyum manis. Semanis pisang barangan miliknya.

Sekarang, kalau jalan-jalan ke Teluk Kuantan dan ketemu Pak Hery, jangan kaget kalau baunya bukan cuma bau parfum dinas. Ada wangi harum pisang matang di sana.

Di balik tiap gigitan pisang anak-anak Kuansing, ada peluh seorang pejabat daerah yang tak gengsi turun ke tanah.

Pisang membawa berkah. Dan MBG, kali ini, benar-benar bikin kenyang. Dari perut murid, sampai kantong petani. (***)


Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
WhatsApp