Latest posts
-
Menagih Janji Alinea Keempat

Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 03:08:2026. Agustus tiba lagi. Bendera merah putih berkibar di mana-mana. Dari tiang bambu di depan rumah warga kampung, sampai tiang besi menjulang di halaman kantor dinas. Kampung-kampung mendadak molek. Dipoles cat warna-warni. Umbul-umbul terpasang gagah. Anak-anak riang menyambut lomba panjat pinang, balap karung, hingga makan kerupuk. Yang bapak-bapak sibuk merancang panggung hiburan.…
-
Gara-gara Diva, Kompor Lupa Dimatikan

Oleh: Hendri Chaniago.Sabtu: 01:08:2026. Goyangannya tak perlu dibikin-bikin. Naik panggung, pegang mikrofon, senyum tipis—lalu, Bamm! Suara itu meluncur mulus. Garang. Tapi tetap santun. Itulah Diva Intan. Lengkapnya: Intan Ladiva Marsya. Anak muda dari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Tempat di mana sampan berlari di atas air saat Pacu Jalur, dan vokal meliuk tanpa batas di atas…
-
PEJUANG, PEMBANGKANG atau PECUNDANG?

Ditulis Oleh : H. Marwan Yohanis, S.Sos, M.I.Kom. Dalam kehidupan berbangsa, berorganisasi bahkan dalam keseharian kita sering berhadapan dengan tiga pilihan sikap: menjadi pejuang, pembangkang atau pecundang. Ketiganya lahir dari cara seseorang memandang tanggung jawab terhadap sesama. Pejuang adalah orang yang lebih banyak bekerja daripada berbicara.Mereka rela berkorban, tanpa sibuk menghitung pengakuan. Tidak mengejar pujian,…
-
Satu Perahu Menyapa Dunia

Oleh; Hendri Chaniago.Sabtu: 25:07:2026. Dua turis Korea itu nekat.Mereka naik ke atas jalur. Mengambil pendayung. Lalu ikut berdayung. Kejadiannya baru kemarin. Di Tepian Datuk Bandaro. Kecamatan Gunung Toar. Bayangkan. Orang Korea. Kulit putih, biasa makan kimchi, tiba-tiba duduk di atas kayu panjang. Kena cipratan air Sungai Kuantan. Kaosnya basah kuyup. Mukanya merah padam menahan beratnya…
-
Sihir Bocah Beton 304

Ditulis Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 20:07:2027. Ini tentang bocah yang baru saja mengguncang dunia. Kemarin dini hari. Di Stadion MetLife, New Jersey. Lamine Yamal namanya. Masih remaja. Tapi di tangannya, trofi Piala Dunia 2026 itu kini sah milik Spanyol. Argentina—sang juara bertahan—harus menangis. Skornya tipis: 1-0. Lewat drama perpanjangan waktu. Yang cetak gol bukan Lamine. Bukan…
-
Pancasila Jangan Berhenti Menjadi Slogan, Jadikan Kompas Moral Kepemimpinan Bangsa.

Ditulis : H. Marwan Yohanis, S.Sos, M.I.Kom. Pancasila adalah dasar negara sekaligus kompas moral kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, pertanyaan yang patut kita renungkan bersama adalah: apakah Pancasila hari ini benar-benar dijalankan, atau hanya slogan yang Indah dalam pidato, spanduk dan upacara kenegaraan? Lima sila dalam Pancasila bukanlah kalimat yang berdiri sendiri. Kelimanya merupakan satu…
-
Maling Teriak Maling di Panggung Diva

Ditulis Oleh: Hendri Chaniago.Sabtu: 11/7) 2026. Mata saya tak berkedip. Kemarin. Di depan televisi. Ada anak gadis. Masih sangat muda. Parasnya cantik. Begitu mic di tangan, auranya langsung berubah. Menggelegar. Dia Diva. Cah ayu dari Kuantan Singingi. Jauh-jauh dari Riau, dia kini berdiri di panggung megah Dangdut Academy Indosiar. Kemarin itu, dia membawakan satu lagu.…
-
Satu Tim, Satu Mimpi

Oleh : Selpi Keswita Badan-badan mungil beraroma matahari., tatapan mata tajamnya penuh semangat. Langkah-langkah sigap penuhi optimisnya, dan antusiasme yang membuncah…, __adalah gambaran betapa besarnya harapan, dan keyakinan anak laki-laki akan masa kecilnya yang penuh warna. Kita tidak mungkin berpaling dari hal-hal seperti itu. Ya kan☺️? Kembali menyapa penggemar KS Story, Pada artikel KS yang…
-
Satu Meja Ngobrol Sendiri, Satu Layar Menampar Pipi

Oleh: Hendri Chaniago. Saya sedang asyik bercerita. Menggebu-gebu. Tentang politik, tentang harga barang yang naik, tentang apa saja. Teman di depan saya diam. Matanya melotot. Ke layar HP. Saya panggil namanya. Dia tidak menoleh. Dia hanya senyum-senyum sendiri. Kadang mengernyit. Tegang sekali. Saya intip layarnya. Oh. Ternyata dia sedang menonton drama pendek asal China. Istilah…
-
Cintaku Mentok di Algoritma TikTok

Cerpen. Karya: Hendri Chaniago. Malam itu sepi. Kamar Boni gelap. Hanya ada satu cahaya: layar HP yang menempel ke muka. Matanya sembap. Kantung matanya tebal. Mirip ronda yang ronda tiga hari berturut-turut. Boni memang sedang ronda. Bukan jaga kampung. Tapi jaga algoritma TikTok. Semua karena jempol. Jempol yang kurang ajar. Tiga hari lalu, Boni sedang…