Latest posts
-
Dinamika Politik Kuansing Menuju 2029

Oleh: Hendri Chaniago.Sabtu: 12:09:2026. Kabut asap pekat yang menyelimuti udara tak sedikit pun mengurungi niat para pecinta kopi untuk berkumpul dan menganalisis peta politik Kuansing 2029. Sambil menyeruput kopi hitam yang mulai dingin, konfigurasi perolehan kursi dan peta kekuatan partai sudah tergambar jelas di atas meja kayu. Analisisnya sederhana. Tapi tajam. Lihat saja Gerindra. Pada…
-
Pujian Putin dan Kail Emas Prabowo di Vladivostok

Oleh: Hendri Chaniago.Selasa: 08:08:2026 Putin itu cerdas. Sangat cerdas. Di Vladivostok, di panggung forum ekonomi Rusia, dia melempar kalimat yang langsung bikin ruang sidang manggut-manggut. Bagi kita yang di tanah air, terutama yang lagi duduk nyantai sambil seruput kopi hitam, kalimat itu rasanya sungguh cespleng. Poin Putin sederhana. Tapi telak. Indonesia itu negara dengan pemeluk…
-
Jangan Cuma Nonton Ributnya, Lihat Untungnya!

Ditulis Oleh : Hendrianto Jumat, 4 September 2026 Di Balik Ribut-Ribut Polda Sitanggang vs Dt Darwis: Bikin Penasaran, Akhirnya Bikin Haru. Drama sudah selesai. Dua-duanya sudah bersalaman hangat di Polres Kuansing. Baju kotak-kotak bertemu baju putih. Senyum lebar terkembang, sepakat damai lewat jalur Keadilan Restoratif. Beres. Suasana yang kemarin sempat panas membara, mendadak adem seketika.…
-
Perkaro Abih, Sangketo Tak Sudah

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 05:08:2026. Urusan Polda Sitanggang dengan Datuk Darwis di polisi memang sudah kelar. Berakhir damai. Ada meterai. Ada Restorative Justice. Kasus resmi ditutup. Tapi di warung-warung kopi Kuantan Singingi (Kuansing), bisik-bisik justru makin tajam. Anak cucu kemanakan di Kenegerian Kari masih ngelus dada. Urusan negara boleh selesai di kantor polisi. Tapi ini Rantau…
-
Keseleo Kata di Lembar Perda

Ditulis Oleh : Hendrianto PERDA itu sudah sah. Resmi. Dicetak di atas kertas putih. Ada stempelnya. Ada tanda tangannya. Tapi begitu dibaca pemangku adat di warung kopi, langsung timbul dahaga yang lain. Bukan haus air teh. Tapi haus keadilan sejarah. Perda No. 1 Tahun 2026 tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kabupaten Kuantan Singingi itu mendadak…
-
Viral Dulu, Baca Belakangan

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 30:08:2026. Spanduknya membentang lebar. Suaranya lantang. Orasinya berapi-api. Inti tuntutannya cuma satu: sahkan RUU Perampasan Aset! Sekarang juga! Jangan ditunda lagi! Mantap. Keren. Terasa sangat herois di media sosial. Foto-fotonya dapat. Video pendeknya tembus jutaan views. FYP di mana-mana. Namun coba berhenti sejenak. Sambil menyeruput kopi hitam yang mulai dingin. Lalu tengok…
-
Kembali ke Pangkal Jalan?

Oleh: Hendri ChaniagoMinggu: 30:08:2026 Zaman sedang pusing. Orang-orangnya apalagi. Lihat saja di warung kopi. Dari pagi sampai malam, bicaranya politis betul. Soal proyek, soal pilkada, soal siapa sikut siapa. Ujung-ujungnya tengkar. Kopi dingin, hati panas. Urusan tak ada yang selesai. Di tengah riuh rendah itulah, sebagian para datuk di Kuantan Singingi berbisik. Agak lirih, tapi…
-
Paru-Paru Dunia Kembali Terluka

Ditulis Oleh:Asikin Chalifah Semua mahfum. Hutan tropis, termasuk hutan hujan tropis di Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia. Berperan menyerap “kotoran” (CO2) dari udara dan mengeluarkan O2 yang sangat penting bagi makhluk hidup di bumi. Mekanisme itu di dunia pertanian sering dimaknai sebagai proses fotosintesis. Hutan hujan tropis juga memiliki peran penting lain, menguapkan air…
-
Dari Rusjdi Hingga Asrul: Dua Bupati Pembuka Jalan Kuansing

Oleh: Hendri Chaniago.Jumat: 28:08:2026. Tak ada Kuantan Singingi kalau tak ada Rusjdi S. Abrus dan Asrul Ja’afar. Peribahasa itu tidak berlebihan. Begitulah sejarah mencatatnya. Tahun 1999. Kuansing belum jadi apa-apa. Hanya sekadar kawasan kecamatan di bawah ketiak Indragiri Hulu. Jauh dan sepi. Pembangunan pun belum tersentuh. Lalu lahir Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999. Kuansing resmi…
-
Bupati yang Menantang Gelap dan Keterisolasian

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 26:08:2026. Namanya Sukarmis. Di Kuansing, orang menyapa beliau dengan sebutan Datuk Politik. Dulu, dia bukan siapa-siapa. Bukan anak pejabat. Bukan lulusan akademi. Ia tumbuh dari kerasnya aspal pasar Teluk Kuantan. Hidup dari benturan keras di jalanan. Di sana, hukumnya cuma satu: berani dan dihormati. Naluri pasarnya kuat. Cara bicaranya tanpa basa-basi. Blak-blakan.…