Latest posts
-
Mobil Mogok

Oleh: Hendri Chaniago.Selasa: 04:08:2026. Pemerintah daerah itu kadang mirip sopir angkot gaek. Mobilnya mogok. Karburatornya kotor. Bensinnya habis. Bukannya cari teknisi, atau minimal beli bensin, mereka malah kompak turun. Eksekutif di kiri, legislatif di kanan. Lalu… dorong! Satu, dua, tiga… heehhh! Muka merah padam. Keringat mengucur deras sampai ke celana dalam. Berjalan sepuluh meter, napas…
-
Perang Dingin Makin Panas

Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 03:08:2026. Politik Kuansing itu indah. Sekaligus renyah. Kadang mirip kopi saset di warung pinggir jalan: pekat, manis, tapi kalau diaduk kelewatan kencang, ampasnya naik ke atas. Bikin batuk. Yang terbaru ya soal perang dingin di gedung dewan itu. Antara Desi Guswita dan Satria Mandala Putra. Desi ini orangnya vokal. Anggota DPRD dari…
-
Anak Kuantan Singingi yang Menjaga Benteng Keadilan

Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 03:08:2026. Anak Kuantan Singingi itu namanya Syahlan. Sekarang gelar di depan dan belakang namanya sudah panjang: Prof. Dr. Syahlan, S.H., M.H. Tapi kalau Anda menyapa orang-orang di Teluk Kuantan, mereka akan bilang dengan bangga, *”Itu anak kampung kita.” Senin, 3 Agustus 2026, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Syahlan berdiri tegak. Di depannya,…
-
Panggung Baru Sang Mantan

Oleh: Hendri Chaniago.Ahad: 02:08:2026. Akhirnya, tergelitik juga saya. Ingin menulis soal Joko Widodo. Presiden kita yang ketujuh itu. Belakangan ini namanya riuh lagi. Di mana-mana. Belum hilang ingatan kita saat dia melangkah di Kedatun Keagungan, Bandar Lampung. Naik singgasana. Menjalani prosesi sakral. Lalu menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung. Itu bentuk…
-
Bayang-Bayang di Balik Layar

Oleh Hendri Chaniago.Ahad: 02:08:2026. Seruput dulu kopinya. Selagi hangat. Di meja sebelah, dua orang sibuk berdebat soal politik. Mukanya merah. Suaranya tinggi. Hampir saja cangkir kopi melayang. Masalahnya sepele: gara-gara satu potongan video pendek di media sosial yang entah siapa pembuatnya. Saya cuma tersenyum kecil. Mereka yang emosi, tapi ada pihak lain yang tertawa di…
-
Menempati Rumah Condong : Untuk Memperbaiki, Bukan Numpang Berteduh

Penulis : H. Marwan Yohanis, S.Sos, M.I.Kom Bayangkan sebuah rumah tua yang telah lama dihuni bersama. Atapnya bocor ketika hujan turun.Dindingnya penuh retakan. Tiang-tiang penyangga mulai miring. Lantainya lapuk dan berderit setiap kali di injak. Sebagian kecil penghuni sudah terbiasa dengan keadaan itu.Mereka bahkan menganggap kerusakan adalah kesempatan untuk mengais keuntungan dengan cara terus merusak,…
-
Cangkir Kopi 2031: Menagih Kedewasaan Pilkada di Usia 32 Tahun

Oleh: Hendri Chaniago.Ahad: 02:08:2026. Seruput dulu kopinya. Mumpung masih hangat. Jangan terburu-buru. Kopi hitam di kedai langganan ini selalu menyisakan rasa yang persis sama: pahit-pahit manis. Sangat mirip dengan perjalanan politik di Kuantan Singingi, sebuah daerah di Riau yang tersohor dengan tradisi Pacu Jalurnya. Pilkada demi Pilkada telah berlalu. Sudah terlampau banyak kepala daerah yang…
-
Saat Dana Desa Tinggal Recehan

Oleh; Hendri Chaniago.Jumat: 31:07:2026. Dahulu, jadi Kepala Desa itu gagah. Duit turun miliaran. Tiap tahun ada saja yang dibongkar. Hari ini ngaspal jalan, besok bikin drainase, lusa bangun gedung serbaguna. Kades datang ke warung kopi, dadanya busung. Warga senyum-senyum. Sekarang, pemandangan itu hilang.Kades datang ke warung kopi, seruput kopi hitamnya pelan-pelan. Mukanya ditekuk. Matanya celingukan.…
-
Pj Sekda Baru dan Badai di Kuansing

Oleh: Hendri Chaniago.Kamis: 30:07:2026. Hari ini, resmi. Drs Muradi menanggalkan status “pelaksana harian”. Naik kelas. Dilantik langsung oleh Plt Bupati Kuansing, H Mukhlisin, sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kuansing. Selamat untuk Pak Muradi. Tepuk tangan riuh bergema di ruangan. Foto bersama dipajang di mana-mana. Namun, perayaan ini tak boleh membuat terlena. Kursi Sekda itu bukan sofa…
-
Perangkap Rp30 Miliar

Oleh: Hendri ChaniagoKamis: 30:07:2026 Lagi mikir keras saya hari ini. Makin dihitung, makin tidak masuk akal. Mungkinkah seorang Bupati Kuansing—siapa pun orangnya—bisa tegak lurus tidak menyentuh uang rakyat alias korupsi, kalau modal untuk duduk di kursi itu besarnya minta ampun, sementara gaji resminya cuma cukup buat beli beras beberapa karung? Antara modal yang keluar dan…