Latest posts
-
Korban ‘Pemain Lama’?

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 22:09:2026. Dipecat itu sakit. Apalagi saat lagi semangat-semangatnya kerja. Tapi lihat Purbaya Yudhi Sadewa. Dia dicopot dari kursi Menteri Keuangan, eh, bukannya merana, dukungannya malah melimpah ruah. Publik malah makin sayang. Bukan hal yang aneh. Di negeri yang pejabatnya biasa bicara pakai bahasa tinggi-tinggi, Purbaya itu bak angin segar. Ngomongnya ceplos-ceplos. Kasual.…
-
Pasukan Robot di Jagat Maya

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 22:09:2026. Dunia media sosial memang selalu menyajikan dinamika yang unik. Riuh, penuh intrik, sekaligus menyimpan seluk-beluk yang menarik untuk dicermati. Giliran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang angkat bicara mengenai riuhnya percakapan publik di ruang digital. Sorotan utamanya tertuju pada derasnya gelombang kritik yang diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Sudaryono menguraikan…
-
Dua Mantan: Kini Pucuk Pimpinan Strategis di Kuantan Singingi.

Penulis: H. Marwan Yohanis, S.Sos., M.I.Kom Kuantan Singingi– Ada banyak cara melihat perjalanan sebuah daerah. Bisa melalui pembangunan, ekonomi, budaya, prestasi, maupun dinamika politiknya. Namun ada satu cara lain yang menarik: melihat orang-orang yang dipercaya memimpin masyarakatnya. Di Kuantan Singingi, ada dua sosok yang memiliki perjalanan menarik untuk diperhatikan. Ke duanya sama-sama pernah menjadi kepala…
-
Sentilan Seratus Tahun

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu : 20:09:2926. PRABOWO datang. Kiai Hasan lega. Bisa dibayangkan betapa beratnya beban itu. Kalau Presiden sampai batal hadir di Ponorogo, muka pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor mau ditaruh di mana. Maka, begitu Prabowo Subianto benar-benar duduk di panggung Resepsi Kesyukuran 1 Abad Gontor, Kiai Hasan Abdullah Sahal langsung melepaskan jurus lamanya: kelakar…
-
Misteri Telepon Pukul Satu

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 20:09:2026. Senin, 14 September 2026.Ingat tanggal itu. Kelak, sejarah akan mencatatnya sebagai plot twist paling gila dalam sejarah politik-ekonomi Republik ini. Bayangkan alurnya. Jam 1 siang: Seorang Menteri Keuangan menggebrak meja Senayan. Dia membongkar kebocoran uang negara triliunan rupiah di depan para senator. Sangar. Berani. Ksatria. Jam 4 sore: Namanya di Istana…
-
Telepon Terakhir Purbaya

Oleh: Hendri Chaniago.Senin : 14:09:2026. Senin pagi, 14 September 2026. Jam baru menunjuk angka 10 pagi. Di gedung DPD-DPR RI, Purbaya Yudhi Sadewa masih sibuk luar biasa. Beliau memimpin rapat gabungan. Senyumnya masih mengembang. Bicaranya lugas seperti biasa.Ia bekerja. Sungguh-sungguh bekerja. Bahkan sampai jam 3 sore, rapat marathon itu baru rampung. Purbaya sempat disapa wartawan.…
-
Weker Purbaya dan Napas Baru Kemenkeu

Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 14:09:2026. Kursi Menteri Keuangan itu memang panas. Siapa pun yang duduk di situ pasti merasakannya. Purbaya Yudhi Sadewa baru saja merasakan sengatan kursi tersebut. Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil keputusan tegas untuk menggantinya. Di warung kopi, orang-orang sibuk menebak-nebak alasannya. Namun di balik tembok Kemenkeu, persoalannya sangat jelas: ini tentang ritme kerja…
-
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031

Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 14:09:2026. Bulan ini, mata para pengamat politik lokal tertuju ke satu titik: Musda Golkar Kuansing. Peristiwa politik yang sungguh menarik untuk terus dikawal. Publik kini menantikan arah langkah beringin tua itu, apakah bakal menghadirkan nakhoda baru demi penyegaran atau tetap memilih bertahan dengan kepengurusan yang ada. Kalaupun muncul nakhoda baru, arah anginnya…
-
Ramalan Mbak Selvi

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 13:09:2026. Komentar itu masuk di akun Facebook saya. Pendek. Tapi menusuk. Penulisnya bernama Selvi Widya.Saya baca berulang-ulang. Sambil menyeruput kopi yang mulai dingin, saya membatin bahwa netizen ini sungguh pinter membaca peta. Bahasanya sederhana. Tanpa istilah tinggi-tinggi. Tapi isinya seperti kompas politik Kuantan Singingi untuk sepuluh tahun ke depan. Perhatikan alur kalimat…
-
Menembus Senayan 2029

Oleh: Hendri Chaniago.Jumat: 11:09:2026. Kuansing butuh orang di Senayan. Itu harga mati. Selama ini kita cuma jadi penonton. Tiap Pemilu datang, janji manis ditumpuk. Begitu coblosan usai, kita ditinggal. Anggaran pusat lari ke daerah tetangga. Kita dapat sisanya. Kadang malah cuma dapat asapnya. Padahal hitung-hitungannya jelas. DPT Kuansing itu ada 255.805 pemilih. Laki-laki 129 ribuan,…