Latest posts
-
Ketika Rumah Sendiri Dijaga Pemimpin yang Nyalinya Lebih Tebal dari Gertakan

Oleh: Hendri ChaniagoJumat: 30:10:2026. Baru sekarang kita sadar. Iya, baru sekarang. Selama ini kita sering kecele. Dikira dapat pemimpin yang jago janji, ternyata cuma jago pencitraan. Tapi lihat yang satu ini. Prabowo Subianto. Orang-orang dulu memandangnya dengan sebelah mata. Banyak yang ragu. Banyak yang skeptis. Tapi coba lihat apa yang dia lakukan sekarang. Nyata. Tanpa…
-
Kayu:”Lama Dibiarkan Lapuk, Dua Tahun Dituntut Jadi Tiang.”

Penulis: H. Marwan Yohanis, S.Sos., M.I.Kom Ada yang terasa ganjil dalam cara kita menilai pemerintahan. Kita sering menuntut perubahan secepat mungkin, seolah-olah setiap persoalan yang hari ini terlihat dapat diselesaikan hanya dengan pergantian kepemimpinan. Dua tahun pemerintahan dituntut menghasilkan perubahan besar, sementara kerusakan yang hendak diperbaiki adalah akumulasi dari puluhan tahun. Jalan yang rusak ingin…
-
Gibran di Meja Hijau

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 27:09:2026. Gugatan ijazah Gibran resmi masuk Mahkamah Konstitusi. Heboh lagi. Ramai lagi. Warung kopi dari Jakarta sampai ujung daerah mendadak penuh dengan ahli hukum tata negara dadakan. Ada yang bicara sambil menyeruput kopi hitam, ada pula yang berapi-api sambil mengibaskan asap rokok kretek. Semua orang penasaran ingin melihat akhir dari cerita ini:…
-
Riau, Yang Tak Pernah Berhenti Memberi

Oleh : H. Marwan Yohanis, S.Sos., M.I.Kom Dari bahasa menjadi bahasa persatuan, harta kerajaan yang diserahkan kepada Republik, minyak bumi, hutan, sawit, hingga industri yang menghubungkan Indonesia dengan dunia. Riau yang dikenal karena letak geografisnya. Riau yang dikenang karena sejarahnya. Riau pula yang selalu disebut ketika Indonesia berbicara tentang kekayaan alam. Riau termasuk ketiganya. Tetapi…
-
Biji Kecil, Perkara Besar

Oleh: Hendri Chaniago.Jumat: 26:09:2026. Biji kelengkeng itu kecil. Bening. Licin.Tapi di tangan warganet, biji sekecil itu bisa mendadak berubah jadi peluru kendali. Menghantam tepat ke jantung program besar milik Presiden Prabowo: Makan Bergizi Gratis (MBG). Korbannya nyata. Namanya Reyhan Arisyah Putra. Masih 9 tahun. Murid kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Lampung Tengah. Hari itu, seperti…
-
Kompas Rusak Kapal Indonesia

Oleh: Hendri Chaniago.Jumat: 26:09:2026. KAPAL besar itu bernama Indonesia. Penumpangnya 280 juta jiwa. Banyak sekali. Nakhodanya merasa sudah di jalur yang benar. Petunjuk arah di meja kemudi menunjukkan angin tenang, laut aman, dan pelabuhan tujuan sudah di depan mata. Namun, ada ganjalan yang nyata.Di dalam palka, di lantai bawah, para penumpang justru merasa mual. Ombak…
-
APBD-P Kuansing: Senyum dan Beban

Oleh: Hendri Chaniago.Jumat: 26:09:2026. Akhirnya, sepakat juga. Kamis, 24 September 2026. Di ruang sidang paripurna DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), ketukan palu itu berbunyi lega. Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) resmi mengecap kesepakatan KUA-PPAS APBD Perubahan 2026. Sidang dipimpin Ketua DPRD H. Juprizal dan Wakil Ketua I Satria Mandala Putra.…
-
Presiden Paling Nekat

Oleh: Hendri Chaniago.Kamis: 24:09:2026. Ini gila. Benar-benar gila.Mungkin cuma kata itu yang pas.Dunia lagi panas-panasnya. Amerika Serikat dan Iran lagi saling gertak. Bukan cuma gertak sambal. Perang sudah pecah. Meriam sudah menyalak. Rudal sudah saling lempar. Udara geopolitik sejagat mendadak pengap, baunya sangit: bau mesiu.Lalu tiba-tiba ada kabar masuk ke ponsel. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian,…
-
Pintu Masuk 5 Persen

Oleh: Hendri ChaniagoRabu: 22:09:2026. Ruang kopi politik kembali ngepul. Bahasannya sama. Soal Pemilu. Padahal Pemilu 2029 masih lama. Masih tiga tahun lagi. Tapi kasak-kusuknya sudah dimulai dari sekarang. DPR sudah bersiap merenovasi aturan main. Undang-Undang Pemilu mau direvisi lagi. Pemicunya sederhana. Ada kumpul-kumpul. Petinggi partai koalisi pemerintah duduk melingkar. Partai Golkar ketemu PKS. Lalu keluar…
-
Korban ‘Pemain Lama’?

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 22:09:2026. Dipecat itu sakit. Apalagi saat lagi semangat-semangatnya kerja. Tapi lihat Purbaya Yudhi Sadewa. Dia dicopot dari kursi Menteri Keuangan, eh, bukannya merana, dukungannya malah melimpah ruah. Publik malah makin sayang. Bukan hal yang aneh. Di negeri yang pejabatnya biasa bicara pakai bahasa tinggi-tinggi, Purbaya itu bak angin segar. Ngomongnya ceplos-ceplos. Kasual.…