Latest posts
-
Secukupnya, Bukan Semaunya

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 23;08:2026. Kopi itu nikmat. Asal secangkir. Coba kalau segalon. Mual. Bakso juga begitu. Semangkuk terasa gurih. Dagingnya kenyal. Kuahnya hangat. Tapi kalau disajikan sebaskom, itu bukan makan enak. Itu siksaan. Sama seperti pelangi. Ia indah justru karena cuma menumpang lewat. Paling sepuluh menit. Setelah hujan teduh. Lalu hilang. Bayangkan kalau pelangi mejeng…
-
“Sihir” Anak Kampung di Tepian Narosa

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 23:08:2026. Ini bukan soal uang. Bukan pula soal piala. Ini soal harga diri nagoghi—kampung halaman. Bicara jujur saja. Di atas kertas, Bintang Emas Cahaya Intan 2023 itu menakutkan. Mentereng. Mewah. Mereka memboyong atlet dayung dari Jawa Barat. Bukan kaleng-kaleng. Ini atlet terlatih. Terbiasa dengan ilmu keolahragaan, gizi terukur, dan pola latihan modern.…
-
Melaju Kencang Tanpa Melupakan Akar

Oleh: Hendri Chaniago.Sabtu: 22:08:2026. Dulu, Pacu Jalur adalah panggung murni anak kampung. Tanpa pemusatan latihan, tanpa try out berbulan-bulan. Stamina mereka ditempa langsung oleh lumpur sawah dan kerja keras harian. Begitu hari H tiba di Tepian Narosa, hanya satu yang dipertaruhkan: marwah desa. Menang disyukuri, kalah ditertawakan bersama di warung kopi. Semua digerakkan oleh ikatan…
-
KETIKA HUKUM MULAI MENUSUK KE ATAS

Penulis : H. Marwan Yohanis, S.Sos,. M.I.Kom. Dulu kita sering mengeluhkan satu keadaan yang terasa begitu akrab dalam kehidupan bernegara: hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Rakyat kecil mudah berhadapan dengan hukum, maling ayam ditangkap, diproses dan dihukum. Pelanggaran kecil cepat ditindak. Orang yang tidak punya kekuasaan sering kali tidak memiliki banyak pilihan…
-
Mantan Sopir Truk Mau Beli Bayan?

Oleh: Hendri Chaniago.Kamis: 20:08:2026. Geger. Pasar modal Indonesia mendadak jantungan. Namanya juga bursa, kalau nggak bikin deg-degan ya bukan bursa namanya. Kabar burung berhembus kencang: Haji Isam, pengusaha tangguh asal Kalimantan Selatan, dikabarkan bakal mencaplok 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Angka 62 persen itu bukan main-main. Itu porsi kepemilikan sang pengendali, Low…
-
MENJUAL KEBENCIAN

Penulis: H. Marwan Yohanis, S.Sos, M.I.Kom Ada satu hal yang patut kita renungkan ditengah kehidupan sosial yang semakin gaduh: mengapa ada orang yang begitu bersemangat mengajak orang lain membenci? Mengapa perbedaan pendapat harus diubah menjadi permusuhan? Mengapa kritik harus disertai penghinaan? Mengapa ketidaksetujuan harus berujung pada fitnah, penghakiman, bahkan ajakan melawan secara brutal? Pertanyaan-pertanyaan itu…
-
Sakralnya Pacu Jalur

Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 11:08:2026. Orang Kuantan Singingi itu unik. Kalender mereka beda dengan orang kebanyakan. Kalau orang lain cuma punya satu musim mudik besar dalam setahun—ya Idulfitri itu—orang Kuansing punya dua. Satu lagi hadir di bulan Agustus. Tepat saat Festival Pacu Jalur digelar. Bagi anak rantau Kuansing, dua momen ini punya derajat yang hampir sejajar.…
-
Bukan Pemulung Lagi

Oleh: Hendri ChaniagoSenin: 10:08:2026. Dahulu, mereka dipanggil pemulung.Agak miring. Ada aroma kumuh yang terikat di kata itu. Pekerjaannya mengais sisa kehidupan orang lain. Menjelajah tumpukan sampah, mencari plastik yang masih punya harga. Lalu, berita hari Senin (10/8) ini datang dari Jakarta Utara. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengumumkan hal penting. Pengumuman yang mungkin terdengar sepele bagi sebagian…
-
Menagih Janji Alinea Keempat

Oleh: Hendri Chaniago.Senin: 03:08:2026. Agustus tiba lagi. Bendera merah putih berkibar di mana-mana. Dari tiang bambu di depan rumah warga kampung, sampai tiang besi menjulang di halaman kantor dinas. Kampung-kampung mendadak molek. Dipoles cat warna-warni. Umbul-umbul terpasang gagah. Anak-anak riang menyambut lomba panjat pinang, balap karung, hingga makan kerupuk. Yang bapak-bapak sibuk merancang panggung hiburan.…
-
Gara-gara Diva, Kompor Lupa Dimatikan

Oleh: Hendri Chaniago.Sabtu: 01:08:2026. Goyangannya tak perlu dibikin-bikin. Naik panggung, pegang mikrofon, senyum tipis—lalu, Bamm! Suara itu meluncur mulus. Garang. Tapi tetap santun. Itulah Diva Intan. Lengkapnya: Intan Ladiva Marsya. Anak muda dari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Tempat di mana sampan berlari di atas air saat Pacu Jalur, dan vokal meliuk tanpa batas di atas…