Latest posts
-
Jangan Cuma Nonton Ributnya, Lihat Untungnya!

Ditulis Oleh : Hendrianto Jumat, 4 September 2026 Di Balik Ribut-Ribut Polda Sitanggang vs Dt Darwis: Bikin Penasaran, Akhirnya Bikin Haru. Drama sudah selesai. Dua-duanya sudah bersalaman hangat di Polres Kuansing. Baju kotak-kotak bertemu baju putih. Senyum lebar terkembang, sepakat damai lewat jalur Keadilan Restoratif. Beres. Suasana yang kemarin sempat panas membara, mendadak adem seketika.…
-
Perkaro Abih, Sangketo Tak Sudah

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 05:08:2026. Urusan Polda Sitanggang dengan Datuk Darwis di polisi memang sudah kelar. Berakhir damai. Ada meterai. Ada Restorative Justice. Kasus resmi ditutup. Tapi di warung-warung kopi Kuantan Singingi (Kuansing), bisik-bisik justru makin tajam. Anak cucu kemanakan di Kenegerian Kari masih ngelus dada. Urusan negara boleh selesai di kantor polisi. Tapi ini Rantau…
-
Dokter dari Pipa Paralon

Oleh: Hendri Chaniago.Jumat: 04:09:2026. Budianto tidak perlu lagi bangun pagi. Tidak ada lagi keharusan mengejar jam kantor. Sejak 2019, rutinitas lamanya resmi dipensiunkan. Hidupnya pindah ke belakang rumah. Di Desa Jao, Teluk Kuantan. Di sana, berderet-deret pipa paralon siap menyapa. Di atas paralon itulah ia menggantungkan hidup. Menanam salada. “Saya mulai ini waktu musim Covid…
-
Karma Bekerja Dalam Senyap

Penulis: H. Marwan Yohanis, S.Sos., M.I.Kom Kita sering bertanya diam-diam dengan nada keberatan: mengapa orang yang berbuat buruk tampaknya baik-baik saja? Mengapa mereka yang pernah menyakiti orang lain masih bisa tertawa, menikmati hidup, mengumpulkan kekayaan, menduduki jabatan, diberi tempat terhormat, bahkan dipandang sebagai orang yang berhasil. Sementara orang yang menjadi korbannya masih membawa luka yang…
-
Karat Dalam Kepala

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 2:08:2026. Besi itu kuat. Bisa buat jembatan. Bisa buat gedung bertingkat. Tapi besi punya musuh bebuyutan. Bukan palu. Bukan gergaji.Musuhnya adalah dirinya sendiri. Karat. Karat itu datang diam diam. Bikin keropos dari dalam. Lama lama, besi paling keras pun hancur jadi debu. Cuma gara gara karat yang dibiarkan menempel. Manusia juga sama.…
-
Laju Tanpa Ragu

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 02:08:2026. Sesekali boleh ya, kita bicara motivasi. Bosan juga kalau tiap hari hanya bahas angka dan konflik. Kali ini soal cara kita memandang hidup. Soal bagaimana sebuah besi besar melaju tanpa pernah peduli suara sumbang di sekitarnya. Coba perhatikan kereta api. Besar. Perak atau hitam. Berisik. Tapi ada satu hal yang bikin…
-
Ketika Akar Dicabut: Peradaban pun Retak.

Penulis: H. Marwan Yohanis, Sos., M.I.Kom. Pertumbuhan ekonomi yang mengabaikan adat, budaya, hutan, dan sungai pada akhirnya menggali lubang dirinya sendiri. Ada sebuah kekeliruan besar dalam cara kita mendefinisikan kemajuan. Kita terlalu mudah menyebut pembangunan sebagai keberhasilan ketika investasi tumbuh, dan industri berkembang, jalan dibangun, produksi meningkat, dan angka ekonomi bergerak naik. Tetapi kita jarang…
-
Keseleo Kata di Lembar Perda

Ditulis Oleh : Hendrianto PERDA itu sudah sah. Resmi. Dicetak di atas kertas putih. Ada stempelnya. Ada tanda tangannya. Tapi begitu dibaca pemangku adat di warung kopi, langsung timbul dahaga yang lain. Bukan haus air teh. Tapi haus keadilan sejarah. Perda No. 1 Tahun 2026 tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kabupaten Kuantan Singingi itu mendadak…
-
Viral Dulu, Baca Belakangan

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 30:08:2026. Spanduknya membentang lebar. Suaranya lantang. Orasinya berapi-api. Inti tuntutannya cuma satu: sahkan RUU Perampasan Aset! Sekarang juga! Jangan ditunda lagi! Mantap. Keren. Terasa sangat herois di media sosial. Foto-fotonya dapat. Video pendeknya tembus jutaan views. FYP di mana-mana. Namun coba berhenti sejenak. Sambil menyeruput kopi hitam yang mulai dingin. Lalu tengok…
-
Kembali ke Pangkal Jalan?

Oleh: Hendri ChaniagoMinggu: 30:08:2026 Zaman sedang pusing. Orang-orangnya apalagi. Lihat saja di warung kopi. Dari pagi sampai malam, bicaranya politis betul. Soal proyek, soal pilkada, soal siapa sikut siapa. Ujung-ujungnya tengkar. Kopi dingin, hati panas. Urusan tak ada yang selesai. Di tengah riuh rendah itulah, sebagian para datuk di Kuantan Singingi berbisik. Agak lirih, tapi…