Latest posts
-
Keseleo Kata di Lembar Perda

Ditulis Oleh : Hendrianto PERDA itu sudah sah. Resmi. Dicetak di atas kertas putih. Ada stempelnya. Ada tanda tangannya. Tapi begitu dibaca pemangku adat di warung kopi, langsung timbul dahaga yang lain. Bukan haus air teh. Tapi haus keadilan sejarah. Perda No. 1 Tahun 2026 tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kabupaten Kuantan Singingi itu mendadak…
-
Viral Dulu, Baca Belakangan

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 30:08:2026. Spanduknya membentang lebar. Suaranya lantang. Orasinya berapi-api. Inti tuntutannya cuma satu: sahkan RUU Perampasan Aset! Sekarang juga! Jangan ditunda lagi! Mantap. Keren. Terasa sangat herois di media sosial. Foto-fotonya dapat. Video pendeknya tembus jutaan views. FYP di mana-mana. Namun coba berhenti sejenak. Sambil menyeruput kopi hitam yang mulai dingin. Lalu tengok…
-
Kembali ke Pangkal Jalan?

Oleh: Hendri ChaniagoMinggu: 30:08:2026 Zaman sedang pusing. Orang-orangnya apalagi. Lihat saja di warung kopi. Dari pagi sampai malam, bicaranya politis betul. Soal proyek, soal pilkada, soal siapa sikut siapa. Ujung-ujungnya tengkar. Kopi dingin, hati panas. Urusan tak ada yang selesai. Di tengah riuh rendah itulah, sebagian para datuk di Kuantan Singingi berbisik. Agak lirih, tapi…
-
Resep Doktor Dini untuk Pacu Jalur

Oleh: Hendri Chaniago.Minggu: 30:08:2026. Pesta Pacu Jalur selalu usai dengan cara yang sama. Meriam karbit dingin. Sungai Kuantan kembali tenang. Yang tertinggal hanya sampah dan dompet warga yang kembali sepi. Perputaran uang miliaran rupiah seperti cuma menumpang lewat. Fenomena ganjil inilah yang dibongkar habis oleh Dr. Dini Handayani lewat riset disertasinya di FISIP Universitas Riau.…
-
Balik ke Kampus

Oleh: Hendri ChaniagoSabtu: 29:08:2026 Per 1 September 2026 nanti, nama Dr. Trian Zulhadi tak lagi menghiasi papan struktur Pemkab Kuansing. Selesai. ”Mulai 1 September mendatang saya sudah balik ke kampus,” katanya ringkas. Kalimatnya pendek, tapi menegaskan satu hal: birokrasi yang bising, rapat yang tak habis-habis, hingga urusan berkas yang menggunung, resmi dia tinggalkan. Trian pulang.…
-
Dari Rusjdi Hingga Asrul: Dua Bupati Pembuka Jalan Kuansing

Oleh: Hendri Chaniago.Jumat: 28:08:2026. Tak ada Kuantan Singingi kalau tak ada Rusjdi S. Abrus dan Asrul Ja’afar. Peribahasa itu tidak berlebihan. Begitulah sejarah mencatatnya. Tahun 1999. Kuansing belum jadi apa-apa. Hanya sekadar kawasan kecamatan di bawah ketiak Indragiri Hulu. Jauh dan sepi. Pembangunan pun belum tersentuh. Lalu lahir Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999. Kuansing resmi…
-
Bupati yang Menantang Gelap dan Keterisolasian

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 26:08:2026. Namanya Sukarmis. Di Kuansing, orang menyapa beliau dengan sebutan Datuk Politik. Dulu, dia bukan siapa-siapa. Bukan anak pejabat. Bukan lulusan akademi. Ia tumbuh dari kerasnya aspal pasar Teluk Kuantan. Hidup dari benturan keras di jalanan. Di sana, hukumnya cuma satu: berani dan dihormati. Naluri pasarnya kuat. Cara bicaranya tanpa basa-basi. Blak-blakan.…
-
Dapur Bisnis Sepasang Mantan Banker

Oleh: Hendri Chaniago.Rabu: 26:08:2026. Modal itu penting. Tapi modal bukan segala-galanya. Logikanya sederhana, kalau modal nomor satu, semua mantan pegawai bank tentu sudah otomatis jadi konglomerat. Kenyataannya tidak begitu. Lihat saja perjalanan Selpi Keswita. Perempuan Kuansing satu ini paham betul lika-likunya. Dia pernah lama berkarier di bank. Setiap hari bergulat dengan angka. Mengurus kredit nasabah.…
-
Mengubah Cerita Pahit Buah Impor Menjadi Peluang Lokal

Oleh: Hendri Chaniago.Selasa: 25:08:2026. “MBG bukan sekadar bagi-bagi piring makan, melainkan instrumen pergeseran ekonomi nasional dari kapitalis menuju kerakyatan. Saat pasar terbuka puluhan juta porsi per hari, pilihannya cuma dua: kita ambil peluang emas ini melalui agribisnis lokal, atau membiarkan devisa terbang ke luar negeri karena ketergantungan impor.” — Wayan Supadno Ada yang beda di…
-
Pria Tanpa HP yang Membangun Kota

Oleh: Hendri ChaniagoSelasa, 25:08:2026 Pagi itu, pertengahan tahun 2006-an. Di kawasan Bintan Centre, Batu 9. Saya duduk di kantornya. Saya diundangnya untuk wawancara. Bertatap muka langsung dengan owner CV Sinar Bahagia, Suyono—atau yang lebih akrab disapa Pak Yono. Waktu itu, zaman sudah mulai canggih. Orang-orang sibuk pamer ponsel. Pegang HP di mana-mana. Biar kelihatan seperti…